Keberlanjutan media menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Banten Media Hub 2026 yang digelar di Aston Serang Hotel and Convention Center, Selasa 30 Juni 2026.
Forum yang mempertemukan puluhan media local dengan stakeholder di Provinsi Banten ini menekankan pentingnya transformasi model bisnis agar media memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.
Editor In Chief Suara.com, Suwarjono, mengatakan media lokal perlu membangun unit usaha di luar aktivitas jurnalistik untuk menopang operasional perusahaan. Menurutnya, isu sustainability media menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui diskusi dan kolaborasi.
"Jurnalisme itu mahal dan kita tidak bisa menghidupi media. Karenanya media harus punya model bisnis lain untuk menunjang aktifitas media," katanya di hadapan puluhan pengelola dan perwakilan media lokal di Banten.
Melalui Banten Media Hub 2026, Suwarjono berharap setiap media yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mulai membangun satu unit usaha sebagai fondasi bisnis baru yang dapat menopang keberlangsungan medianya.
"Minimal satu media punya satu unit bisnis, di sini ada 50 media jadi kami harap ke depan ada 50 bisnis berbeda," ungkap mantan Ketua Umum AJI periode 2014-2017 itu.
Ia menjelaskan, penguatan model bisnis media menjadi salah satu fokus utama dalam rangkaian Banten Media Hub 2026 yang juga diselenggarakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatra.
Selain membahas tantangan industri media, peserta juga mendapatkan materi mengenai Business Model Canvas dan strategi membangun unit usaha baru. Harapannya, dalam tiga hingga empat bulan setelah kegiatan berlangsung, mulai lahir berbagai model bisnis yang mampu mendukung operasional media.
"Kita harus punya inovasi kreatifitas dan itu bisa kita wujudkan dengan berdiskusi dan ngobrol bersama. Termasuk dari tingkat nasional juga membantu media di daerah," katanya.
Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Chandra Asri Pacific Tbk, Chrysanthi Tarigan, menilai media tidak hanya menjalankan fungsi penyebaran informasi, tetapi juga perlu memiliki bisnis yang berkelanjutan agar tetap mampu menjalankan perannya di tengah perubahan industri.
"Chandra asri melihat media bukan hanya mitra komunikasi, tapi juga mendukung upaya keberlanjutan media di Provinsi Banten," katanya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Santhi itu, dukungan terhadap penguatan bisnis media lokal menjadi bagian dari komitmen Chandra Asri dalam mendukung ekosistem media yang sehat di Banten.
"Kami dengan senang hati mendukung Suara.com untuk mewujudkan media yang tumbuh sehat dab berkelanjutan. Ini sebagai wadah dan ruang media memperkuat modal bisnis dan pentingnya disertifikasi bisnis," paparnya.
Santhi juga membagikan pengalaman PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam menjalankan diversifikasi usaha. Berawal dari bisnis petrokimia, perusahaan kini mengembangkan berbagai lini bisnis sebagai strategi memperkuat keberlanjutan perusahaan.
"Kami harap pulang dari sini teman-teman bisa mengembangkan bisnisnya. Melalui Banten Media Hub, semoga media lokal di Banten mendapatkan contoh praktis untuk mengembangkan media dan kemampuan adaptif untuk kemampuan bisnis yang sustain," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Beni Ismail, menilai media memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai model usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar, salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan atau event.
"Media bisa menjadi penyelenggara event, punya bisnis model yang bergam dan melalui Banten Media Hub bisa memaksimalkan," ungkapnya.
Untuk diketahui gelaran Banten Media Hub 2026 disponsori Chandra Asri, Sinarmas Land, DANA dan didukung FFAR, Majika, Wondermiss, Cimory, Papandayan, serta Nutrisari.
© 2026 SUARA.COM - ALL RIGHTS RESERVED.