Jatim Media Summit 2026 Tue, Jul 28, 2026 9:33 PM

Jatim Media Summit 2026 Siap Digelar, Bahas Masa Depan Media dan Ekonomi Kreatif

Jatim Media Summit (JMS) 2026 kembali digelar sebagai ruang bagi pelaku media untuk membahas masa depan industri di tengah disrupsi digital sekaligus menjajaki peluang baru melalui ekosistem ekonomi kreatif. Forum yang berlangsung pada 30 Juli 2026 di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya, ini juga menghadirkan rangkaian pelatihan sebelum dan sesudah acara utama guna memperkuat kapasitas media dan kreator konten.

JMS 2026 mengusung tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur". Sejumlah tokoh dari pemerintah, industri media, ekonomi kreatif, akademisi, hingga dunia usaha dijadwalkan hadir untuk berbagi gagasan mengenai transformasi bisnis media, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Menurut rencana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya akan membuka kegiatan sekaligus menyampaikan keynote speech. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah mengonfirmasi kehadiran untuk membuka acara bersama Menteri Ekraf, Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono, dan CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto.

Selain kedua tokoh tersebut, JMS 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor. Pada sesi Opening Conference bertajuk Ekosistem Media & Bisnis Lokal di Era Beyond Media, Suwarjono akan berbagi panggung bersama Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Vicky Arief Herinadharma, CEO KEK Singhasari David Santoso, serta Sekretaris Jenderal Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pradhana Harsaputera.

Diskusi akan berlanjut melalui sesi Media Lokal & UMKM: Melampaui Batas Publisher Menuju Akuisisi Bisnis yang menghadirkan Corporate Communication Lead Bank Jago Marchelo, Lead of Commercial Creative Suara Surabaya Hendra Hutagalung, dan CEO BlokBojonegoro Abdul Qohar.

Sementara itu, sesi Merawat Ruang Kreatif, Membangun Ekosistem: Kolaborasi Strategis dan Keamanan Digital Industri Kreatif Jawa Timur akan diisi CEO Riplay Studio Surabaya Andi Said Tandio dan Trainer Cek Fakta Artika Farmita. Adapun konferensi penutup akan membahas Peta Jalan Ekosistem Media Jawa Timur bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, COO KapanLagi Youniverse Wenseslaus Manggut, dan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Martadi.

Menjelang penutupan acara, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dijadwalkan menyampaikan closing remarks. Selanjutnya, Suwarjono dan Dwi Eko Lokononto akan merangkum berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan sepanjang penyelenggaraan JMS 2026.

Tak hanya menghadirkan konferensi utama, JMS 2026 juga dilengkapi dua kegiatan pengembangan kapasitas. Sehari sebelum acara utama, pada 29 Juli 2026, akan digelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Media Sosial dan Website Pemerintah Daerah yang diikuti perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Sekretariat DPRD dari lebih dari 30 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelatihan ini akan dipandu para trainer bersertifikat dari Local Media Community dan Suara.com.

Kemudian pada 31 Juli 2026, JMS akan ditutup dengan workshop Digital Security for Gen Z Content Creator yang didukung International Media Support (IMS). Kegiatan tersebut akan membekali puluhan kreator konten muda dengan pengetahuan mengenai literasi digital, keamanan digital, serta praktik bermedia yang aman di era digital.

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, mengatakan JMS 2026 dirancang bukan sekadar sebagai konferensi, tetapi sebagai ruang untuk mendorong transformasi media melalui kolaborasi dengan ekosistem ekonomi kreatif.

"Di tengah situasi di mana media megap-megap karena tertutup atau menyempitnya beberapa sumber revenue yang sebelumnya diandalkan, kita memang harus berpikir transformatif. Sudah bukan lagi business as usual bagi apa yang bisa kita sebut sebagai media baru," ujar Suwarjono.

Menurut dia, industri kreatif harus dipandang sebagai bagian dari masa depan bisnis media. Karena itu, media perlu memperluas perannya, tidak hanya memproduksi karya jurnalistik, tetapi juga membangun model bisnis yang bertumpu pada kolaborasi, inovasi, dan pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property).

"Industri kreatif atau lebih luasnya ekosistem ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari lahan pengembangan bisnis media. Jadi tidak bisa lagi sekadar mengandalkan produk jurnalistik untuk mendapatkan traffic, lalu mengharapkan iklan programatik maupun order iklan atau memberikan layanan ke klien, tetapi harus sudah bertransformasi lebih jauh lagi," katanya.

Senada, CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto mengatakan Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh industri media.

"Apalagi di wilayah Jawa Timur yang merupakan salah satu provinsi terbesar ini, sesungguhnya ekosistem ekonomi kreatifnya besar sekali, dan media yang kita kelola ada di tengah-tengahnya. Artinya, ada banyak peluang dan potensi yang mungkin belum termaksimalkan," ujar Dwi.

Melalui tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur", penyelenggara berharap Jatim Media Summit 2026 dapat menjadi wadah bagi media lokal untuk membangun jejaring, memperkuat kapasitas, sekaligus merumuskan strategi baru agar tetap relevan dan berkelanjutan di tengah perubahan lanskap industri media.