Sejumlah pengelola Homeless Media Ciayumajakuning menggelar pertemuan sekaligus pelatihan AI, beberapa waktu lalu. Fri, Aug 28, 2026 11:49 AM

Media Lokal Ciayumajakuning Dorong Kolaborasi untuk Menjaga Keberlanjutan di Tengah Perubahan Digital

Homeless Media di Kawasan Ciayumajakuning mendorong kolaborasi antarmedia untuk memperkuat keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas menghadapi perubahan industri digital. Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam workshop yang digelar selama dua hari, 27-28 Agustus 2026, di Embun Sangga Langit, Kabupaten Kuningan.

Pertemuan bertema 'Membangun Ekosistem Bisnis di Era Konvergensi' itu tidak hanya membahas produksi konten, tetapi juga perubahan perilaku audiens, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengembangan bisnis, distribusi melalui media sosial, hingga pemahaman aspek hukum.

Head of Community Suara.com, Rendy Adrikni Sadikin, memberikan materi mengenai pemanfaatan AI sebagai alat untuk mempermudah produksi kreasi konten. Ia memperkenalkan sejumlah tools Google AI yang dapat membantu pekerjaan media, terutama dalam meningkatkan efisiensi proses produksi.

Menurut Rendy, penggunaan AI tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu. Gagasan, pertimbangan editorial, dan kontrol terhadap informasi tetap menjadi bagian dari peran manusia.

“AI itu tools untuk membantu pekerjaan. Penggunaannya tidak otomatis membuat performa konten turun di algoritma. Yang penting bagaimana kita menggunakannya secara tepat dan tetap memiliki kontrol terhadap konten,” ujar Rendy.

Perubahan teknologi juga berjalan bersamaan dengan bergesernya kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi. Media sosial menjadi salah satu pintu utama audiens menemukan berita dan informasi, sementara perkembangan fitur berbasis AI mulai memengaruhi cara pengguna mencari serta mengakses informasi melalui mesin pencari.

Kondisi itu membuat media lokal tidak cukup hanya memproduksi berita untuk satu kanal. Format video, podcast, foto, dan bentuk konten kreatif lain perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter audiens dan platform distribusinya.

Program Manager Local Media Community Suara.com, Chandra Iswinarno, menilai perubahan tersebut perlu diikuti dengan penyesuaian strategi produksi dan distribusi media lokal.

"Perubahan pola konsumsi informasi membuat media tidak cukup hanya mengandalkan website. Media perlu memahami karakter setiap platform dan menyesuaikan bentuk kontennya dengan audiens," kata Chandra.

Namun, tantangan media lokal tidak berhenti pada persoalan teknologi. Kemampuan menjaga keberlanjutan bisnis menjadi persoalan yang sama pentingnya. Karena itu, workshop dilanjutkan dengan sesi business coaching dan aktivasi sponsor yang diarahkan untuk membuka peluang pengembangan jaringan dan sumber pendapatan media.

Pembentukan komunitas Media Homeless Ciayumajakuning menjadi bagian dari upaya tersebut. Wadah ini mempertemukan media-media lokal dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan untuk bertukar pengetahuan, memperkuat jaringan, serta membangun kerja sama dalam menghadapi perubahan industri.

Ketua Homeless Media Ciayumajakuning, Panji Prayitno, mengatakan wadah bersama dibutuhkan agar persoalan yang dihadapi media lokal tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Kita membutuhkan wadah bersama agar media-media lokal bisa saling mendukung, bertukar pengetahuan, memperkuat jaringan, dan menghadapi berbagai persoalan dalam pengelolaan media digital,” kata Panji.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah penggunaan ulang konten atau repost. Kasus akun Instagram Cirebon Berita yang melakukan repost konten Polresta Cirebon dan kemudian dilaporkan terkait Undang-Undang ITE menjadi pembelajaran bagi anggota komunitas.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial juga membutuhkan pemahaman mengenai hak cipta, penggunaan konten, serta risiko hukum dalam mendistribusikan informasi secara digital. Dengan demikian, peningkatan kapasitas media tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat konten, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap konten yang dipublikasikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Panji Prayitno ditetapkan secara aklamasi sebagai Koordinator Media Homeless Ciayumajakuning. Komunitas juga menjajaki kemungkinan masuk dalam ekosistem GEKRAF Cirebon melalui pembentukan badan otonom.

Skema tersebut diharapkan memberi ruang bagi komunitas untuk mengelola kegiatan internal sekaligus membuka akses kolaborasi dengan ekosistem ekonomi kreatif. 

Ketua GEKRAF Cirebon, Safrul Bakti, yang hadir dalam agenda tersebut, mengatakan terbuka peluang yang lebar untuk dapat diarahkan pada kegiatan pengembangan kapasitas dan pelatihan.

“Media Homeless ini bisa menjadi bagian dari ekosistem GEKRAF melalui badan otonom. Dengan begitu, komunitas tetap bisa mengatur rumah tangganya sendiri dan sekaligus memiliki ruang untuk berkolaborasi,” ujarnya.